Sabtu, 11 Januari 2014

Friendship? (part 2)

Entah kenapa gue pengen lanjutin postingan Friendship? kemarin. Masih banyak kejadian-kejadian yg berkaitan dengan persahabatan-pertemanan yg pengen gue ceritain.
    Ternyata teman-teman gue selama ini itu beda-beda dan punya keunikan sendiri. Ada temen yg pelitnya, dia kalo bagi makanan ke temen selalu dikiiiit, nugget aja di bagi seperempat doang, padahal nuggetnya banyak. Ada juga temen gue yg anehnya dia kalo makan selalu sedikit-sedikit. Udah syukur ukuran sendok makan udah dicocokkan untuk manusia, tapi dia makan nasi yg disuap ke mulutnya cuma seperempat sendok makan. Udah gitu pelan-pelan lagi. Yaudahlah itu kan suka-suka dia.
    Ya, oke. Itu privasi mereka sendiri dan syukur-syukur gue ga begitu.
    Gue juga punya musuh. Semua orang pasti punya musuh. Tapi musuh yg gue maksud adalah mantan temen. Mantan temen yg gue maksud adalah temen yg didepan gue sok baik, tapi nusuk dari belakang, dan selanjutnya bersikap seakan ga terjadi apa-apa. Temen yg datang kalo ada butuhnya aja. Banyak orang ga sadar akan hal itu. Bahkan gue pernah berbuat seperti itu dan ga sadar.
    Gue pernah dibully. Banyak yg ngejauhin gue. Tapi gue tetep berteman sama yg cewek-cewek. Sayang, hampir semua teman cewek gue itu nusuk dari belakang dan datang kalo butuhnya doang, gue dianggap seperti sampah. Sebenernya gue udah tau hal itu sejak lama, tapi dengan bodohnya gue tetep sama mereka. Nempel sama mereka kayak kacungan. Mereka sok baik sama gue, sok sabar-sabarin gue. Tapi mereka cuma bisa diam ketika gue dibully.
    Dibalik itu semua, ternyata merekalah yg paling kejam. Mereka bersikap sok baik, sok banget di depan gue, tapi ternyata merekalah yg membenci gue dibelakang. Itu bahkan nyakitin hati gue lebih daripada orang-orang yg nge-bully gue. Dalam kurun waktu, gue mulai melupakannya. Toh ini udah kejadian, ujian dari Tuhan. Tapi perbuatan mereka semua seperti nggak termaafkan bagi gue. Egois emang, tapi itulah kenyataannya. Like they're never know everything about hurt.

Jumat, 10 Januari 2014

Friendship?

Postingan kali ini mungkin rada anget ya. Persahabatan, pertemanan, dan sebagainya tanpa disadari itulah yang bikin kita merasa hidup. Itulah yang bikin hidup kita makin berwarna. Sahabat itu bukan cuma buat temenan doang, tapi juga tempat dimana bisa menjadi tempat penghilang jenuh.
    Dan sekarang gue akan mengutarakan hangatnya persahabatan versi gue. Ternyata indah banget bro. Kenangan bersama sahabat itu seakan sesuatu yang bakalan diingat sampai masa tua. Dan bahkan sahabat bisa bikin lupa diri, bisa bikin ga peduli selama merasa itu nyaman untuk diri sendiri, berani ketawa ngakak bareng temen-temen di depan orang spesial misalnya.
    Menurut gue sahabat yang lebih baik dari siapapun itu cuma saudara gue. Kakak dan Adik gue. Mereka udah kayak saudara sekaligus sahabat bagi gue. Ga ada orang lain yang punya pikiran sama dengan gue selain mereka.Ya.. walaupun cerita tentang mereka lain lagi.
    Sahabat gue sebagian besar teman sekolah gue. Mereka yang selalu bikin gue semangat dan lupa akan semua masalah gue. Walaupun kadang ada banyaak banget hal yang bikin gue juga kesel sama mereka. Kadang gue selalu punya pikiran jelek sama mereka. Tapi kok untuk ngejauh selama beberapa menit dari mereka kok rasanya kayak es campur tanpa es ya? Es campur butuh es biar disebut es campur. Berarti gue merasa kayak es campur tanpa es kalo ngejauh dari mereka. Beda nama dan aslinya. Berarti harusnya nama gue itu "campur", ga ada "es"-nya.
    Alhasil gue nyadar lagi, kita udah akrab, semua hal yang udah biasa, kecil, sepele pula yang bikin perpecahan itu jangan dibikin jadi besar. Ujung-ujungnya, mereka butuh juga sama gue, gue juga butuh sama mereka. Butuh untuk menjadi teman lagi, bukan yang kata anak sekarang dateng kalo ada butuhnya.
    Mau mereka alay-nya separah pasien RSJ, suka bohong, konyol abis, cacat fisik/mental, nyebelin, manja, keras kepala, susah dibilangin, ambekan, suka nyindir.. dan lain-lain, gue tetep temen mereka. Gue kenal sama mereka dan kita kenal deket. Lagi-lagi, itu semua karna kita bukan makhluk yang sempurna. Berarti untuk menjadi sempurna, kita harus sama-sama memperbaiki diri. Saling melengkapi. Itu yang namanya persahabatan.
    Seberapa berartinya seorang sahabat untuk hidupmu?

Jumat, 03 Januari 2014

Buat tahun baru

Selamat tahun baru 2014 untuk semua, dan selamat natal bagi yang merayakan. Sori telat. Ini postingan pertama gue di tahun yang masih anget ini, 2014.
    Balik lagi gue mau sedikit bernostalgia dari tahun 2013. Banyak pelajaran dan kejadian buruk yang gue alami di 2013 dan ga mau terulang lagi di 2014 ini. Tapi walaupun tahun berganti, gue yang dulu tetap ga berganti kok. Gue akan tetap menjadi Fanny yang sama, yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik setiap harinya walaupun ga banyak yang berubah.
    Tapi ada yang gue mau ubah dari diri gue, salah satunya hati gue. Maksudnya bukan mau tukeran hati atau hati gue dimodif.. bukan, gue mau "ngosongin" hati gue dulu untuk beberapa lama. Gue mau ngeluarin mereka yang udah lama dihati gue maupun yang baru mampir, mereka yang masih bikin gue "terbang" dan yang udah ngerusak hati gue. Gue mau hati gue tenang untuk waktu yang lama. Mungkin itu bisa mengurangi beban pikiran gue untuk konsen belajar.
    Oh iya, Desember kemarin gue baru aja mutusin (mantan) pacar gue karna alasan yang ga mau gue omongin. Sebelumnya gue emang belom nyeritain kalo gue udah jadian karna rencananya gue mau nyeritain pas udah putus aja. Untungnya setelah gue minta putus ga ada penyesalan di diri gue. Gue malah merasa lega karna akhirnya gue bebas lagi. Mungkin emang jahat, tapi daripada gue lebih jahat lagi nanti kalo hubungannya udah lama mendingan sekarang aja.
    Untung gue mengikuti prinsip pacaran gue, "Move on sebelum Mutusin", daripada mutusin sebelum move on tar gue masih suka sama dia, silakan jilat ludah sendiri. Lagian, sekarang gue udah ngerasain yang namanya pacaran. Dan ternyata menurut gue ga seindah yang gue bayangkan. Prosesnya yang gue tau cuma: pdkt-nembak-jadian-pacaran-terus apa lagi? Nikah? ya kalo longlast. Emang mau berapa tahun pacaran sama orang yang sama? Masa lulus SMA mau langsung nikah. Belum lagi gue mau mencapai cita-cita dulu. Iya tapi ini emang masa muda, kata orang, nikmatin aja dulu.
    Jadi semua ga ada yang serbasalah dan serbabenar, yang ada cuma relatif, ga ada yang pasti mana yang benar dan salah. Gue pacaran atau nggak, bisa aja gue longlast atau malah broken. Yang ada cuma ketidakpastian. Kata Albert Einstein, Satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Tapi menurut gue cuma ada satu yang pasti di dunia ini, itu cuma Tuhan. Eh gue kok jadi ke situ-situ ya? Ya itulah yang terjadi sama manusia, ga ada yang pasti.
    Di tahun 2014 ini bisa aja gue lebih baik dari tahun sebelumnya, 2013 yang lumayan menantang mental&batin tapi bisa aja gue malah lebih buruk. Tapi masa depan emang susah diprediksi emang, tergantung kitanya aja di masa kini gimana. Tulisan hari ini emang ga pasti, ga jelas. Intinya gue cuma mau melupakan orang-orang yang pernah mampir di hati gue. Ga pasti nantinya gue akan mempersilahkan mereka masuk lagi atau enggak. Yang pasti gue, Fannyda Allya pengen di tahun 2014 ini bisa lebih baik dari sebelumnya dan begitu juga buat semuanya.. Amin. God bless you and Welcome 2014.

Jumat, 20 Desember 2013

[Berani Cerita #41] Buku Bekas

Dandi hampir tertidur di bawah pohon jambu di belakang sebuah sekolah dasar. Tampak wajahnya yang kelelahan setelah bekerja membantu orangtuanya di kebun. Samar ia mendengar suara ramai anak-anak sekolah yang telah diperbolehkan pulang.
    Matanya sayu, hatinya mengilu. Ingin sekali ia kembali punya banyak teman, dan bisa sekolah. Sedangkan dirinya sendiri, untuk makan saja susah apalagi untuk sekolahnya.
    "Ssstt! Dandi! Ini aku bawakan lagi buku bekasnya. Tapi ingat lho, harus kamu kembalikan lagi kepadaku karna ini buku dari gudang sekolah," seorang anak laki-laki dengan logat medok seumuran Dandi memberikan sebuah buku tipis pada Dandi.
    "Sudah dulu yo Dan, aku harus pulang," anak itu berbalik dan kembali berlari.
    "Terimakasih yo, Surya!" teriak Dandi senang.
    Dandi tersenyum dan menunduk menatap buku itu dengan penuh penasaran. Tertulis "Belajar Matematika" di sampul depannya ditambah gambar animasi anak-anak sedang menyusun balok-balok beragam bentuk.
    "Aku akan belajar matematika sekarang!" kata Dandi pada dirinya sendiri. Ia memeluk buku itu lalu bangkit meninggalkan tempat itu.

15 tahun kemudian...
    "Mas, Mas Surya!" suara bising peralatan pemotong kayu mengalahkan suara seorang wanita yang sedang menggendong anaknya.
    Surya menoleh dan membuka maskernya. Ia tersenyum. "Eh, ada apa bu?" tanyanya pada istrinya, masih dengan logat medok.
    "Ada orang yang nyariin kamu."
    Surya mengerutkan dahi. "Siapa?"
    "Tuh lihat saja di depan. Katanya sih sahabat lama."
    Surya mengangguk dan bangkit untuk menemui orang itu.
    Dari belakang, Surya seperti mengenali orang itu. Orang itu laki-laki, tampak sedang memegang sebuah buku. Ketika orang itu berbalik dan tersenyum, terjawablah sudah. Dandi telah berubah menjadi pemuda sukses yang merantau di Jakarta.
    Tanpa basa-basi lagi, dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu itu bersalaman dan berpelukan menumpahkan seluruh kerinduan. Tak habis pikir Surya bahwa Dandi yang dulu tak bisa melanjutkan sekolahnya dari SD sampai SMP, hanya lulusan SMA, bisa menjadi seseorang yang hebat dan penting sekarang.
    Dandi tiba-tiba mengulurkan sebuah buku tipis yang sudah usang pada Surya. "Ini bukunya. Maaf lho ya, aku lupa menyimpannya dimana jadi baru ketemu dan kukembalikan sekarang. Terimakasih yo."
    Surya menerima buku itu dan melihatnya dengan saksama. Tampak judul buku, "Belajar Matematika" di sampul depannya dan gambar anak-anak sedang menyusun balok beragam bentuk. Dia lalu mendongak dan tersenyum. Tiba-tiba mereka teringat masa lalu dimana Surya selalu mengajarkan pelajaran-pelajaran yang ia pelajari di sekolah, giatnya Dandi belajar. Semua kebersamaan mereka yang tak akan terlupakan hingga mencapai kesuksesan masing-masing.

Jumlah kata: 382 kata

fanny.

Berani Cerita #41



Liburan Akhir Tahun Gue

Liburan? oh... oke oke.
    Setelah ngambil rapot tadi pagi dan melihat nilai diatas kkm semua udah lega banget. Walaupun gue masih dilanda penasaran karna belum tau gue peringkat berapa karna mama gue pikir di smp ga ada ranking lagi selain 10 besar. Sedih emang gue ga masuk 10 besar, tapi gapapalah. Dan sekarang udah akhir tahun aja, udah di penghujung 2013. Kemana perginya waktu? Cepat amat lewatnya. Satu lagi tahun akan berakhir tanpa Papa..
    Liburan itu emang saat yang paling ditunggu-tunggu bagi para pelajar. Liburan itu bisa tidur di rumah sepuasnya, males-malesan di rumah, dan sebagainya keasyikan yang bisa dilakukan saat liburan akhir tahun begini. Tapi nggak buat gue sekarang.
    Bagi gue yang enak itu sekolah. Aneh emang, tapi beneran lho, enaknya sekolah itu bisa ketemu someone, seru-seruan bareng temen, sosialisasinya penuh, bisa ngebasket, pokoknya serunya saat sekolah itu beda lah sama liburan.
    Kalo liburan gue sering bete di rumah ga ngapa-ngapain. Seringnya males-malesan doang, nonton tv, trus sama online. Hang out? No, no. Gue udah jarang banget hang out dikarenakan mama gue selalu melarang. Bahkan gue pulang telat dikit aja udah disemprot. Gue juga hampir ga pernah hang out gara-gara kebutuhan uang buat yang lain-lain menurut gue lebih penting daripada dibuang percuma buat hang out doang. Minta uang sama ortu? Ogah. Gue anti banget sama yang namanya minta2 uang sama orangtua. Malu gue udah segede gini masih merengek-rengek minta duit sama ortu, kan bisa nabung. Dan gue juga ga mau bikin ortu gue susah kalo gue mintain duit. Yah kadang-kadang sih gue minta, tapi ga sering kok. Paling kalo dikasih gue usahain ada sisa buat ditabung. Dan uang tabungan itu gue simpan untuk kebutuhan penting gue selama gue bisa bayar sendiri. Buat bayar kas basket dua bulan yang belom lunas misalnya... Jadi gue jarang hang out karna yang itulah. Gitu.
    Trus apa dong yang harus gue lakukan selama liburan akhir tahun ini? Ke rumah saudara males. Main-main ke rumah temen males, tar takut nyusahin lagi. Sumpah gue merasa jomblo ngenes banget kalo kayak gini. Ye kalidah jalan-jalan sama cowok, sama temen cewek aja ga boleh. Lagipula emang gue mau jalan ama siapa cowok? hafftt.
    Kalo liburan itu gue emang bisa males-malesan. Tapi gue ga mau itu merubah gue untuk jadi pribadi yang lebih pemalas lagi, ini aja udah pemalas banget gue. Jadi gue mencoba metode "minta mama bangunin pagi-pagi buat olahraga" dan hasilnya ... Gue terbangun di atas tempat tidur, melamun menatap langit-langit kamar. Berjalan gontai keluar kamar dan menatap jam dinding, pukul 10 am. Gue hanya masang ekspresi datar baru bangun tidur lalu duduk di bangku. Kemudian gue berdiri, masuk kamar lagi dan kembali merebahkan badan ke tempat tidur. Yap, itu kebenaran.
    Jadi gue hanya bisa diam dan melaksanakan semuanya seperti hari-hari liburan biasanya. Tidur malem, bangun siang, makan, nonton, mandi sekali sehari (sore doang), online, makan, nonton lagi, tidur malem lagi, dan begitu seterusnya. Menyedihkan, tapi mau gimana lagi... mati aje udah. hah, ngenes banget emang.

Rabu, 18 Desember 2013

Sekolah Gue

Emang susah ya jadi remaja jaman sekarang. Susah lepas dari social media, hape, dan berbagai jenis teknologi gadget lain. Dan bahkan beberapa riset mengatakan, "Kebutuhan social media sama pentingnya dengan kebutuhan makan sehari-hari." Bayangin. Entah alasannya apa susah dijelasin karna saking pentingnya teknologi, dan saking ga bisa lepasnya para teenager-teenager dari social media. Ditambah lagi ketakutan para orang tua sama kenakalan remaja. Alhasil larangan-larangan tertentu langsung bermunculan dan melebih-lebihkan setiap kasus yang ada.
    Nah, ini dia nih yang ngeselin banget. Sekolah gue sekarang emang biangnya peraturan. Awal-awalnya doang manis, eh sekarang-sekarang jadi asem. Mungkin sekolah gue ini pengen dibilang sekolah the best jadinya terlalu mendramatisir kedisiplinan dan aturan dari gubernur. Ini beberapa hal yang ngeselin dan apa banget di sekolah gue
    1. Dilarang bawa handpone/gadget lain ke sekolah. Bayangin, masa sekolah anak jaman sekarang tuh ga bisa dinikmatin tanpa hape. Apa dirasa, kelas yang tadinya rame ancur, sekarang jadi sepi. Trus untuk kebutuhan khusus seperti searching google atau komunikasi sama orang tua. Ini semua adalah dampak dari salah satu sekolah yang kemarin lagi digembar-gemborkan videonya itu, gubernur tercinta langsung ngasih aturan dilarang membawa alat komunikasi apapun ke sekolah. Awalnya belum benar-benar dioperasikan diseluruh sekolah di Jakarta, tapi emang dasar sekolah gue aja yang you-know-lah. Awalnya kita cuma boleh bawa hape tapi kita dicegat dan disuruh nitipin hape di setiap ranjang tempat hape perkelas yang udah di siapin di pos pintu gerbang. Dan sekarang kita beneran dilarang bawa hape. Walaupun emang masih banyak banget yang bawa tapi ga jujur, dan gue termasuk pelakunya.
    2. Dilarang bawa tip-ex. Gue ga tau tulisan tip-ex itu yang bener gimana tapi yang pasti lo tau kan, tip-ex itu apa. Ini salah satu yang ngeselin banget. Tujuannya biar kita pada ga nyoret-nyoret meja&bangku sekolah pake tip-ex. Tapi masih banyak banget yang bawa tip-ex karna tip-ex itu kan alat tulis yang sangat dibutuhkan buat anak sekolah menengah yang mayoritas make pulpen. Masa lagi ulangan harian, salah pake label panjang-panjang itu terus, bisa dobel bertubi-tubi kertasnya. Trus kalo dicoret kan ga banget, tar dibilang berantakan.
    3. Dilarang nongkrong atau main-main di sekolah setelah pulang kecuali ekskul. Ini nih yang ngeselin. Kan kadang-kadang masih banyak yang mau nongkrong dulu di kantin pulang sekolah karna stress ama pelajaran tadi. Trus ada yang ekskulnya nyuruh kumpul tapi ga ekskul hari itu. Semuanya disuruh pulang. Bahkan yang mau latihan buat upacara juga ga boleh. Ah tapi itu ga mempan, masih banyak yang rame sampe sore di sekolah.
    4. Harus menulis di lembar kertas jawaban kalo telat, kuku panjang, dan melanggar aturan kedisiplinan lain "Ekskul Menulis Indah". Gue pernah jadi korbannya dan ga ngumpulin tugas "menulis indah" sebulan karna kuku gue panjang. Karna nama gue udah dicatet, alhasil kalo pagi-pagi lagi englishday gue belum ngumpulin tugas "menulis indah" itu, gue disuruh maju ke depan. Bisa disuruh nyanyi atau cuma dipajang didepan lebih dari 600 siswa sekolah gue. Akhirnya penderitaan gue berakhir setelah membeli 5 buah gunting kuku merek 777 sesuai berapa minggu gue ga ngumpulin tugas "menulis indah" sejak nama gue dicatet. Dan guru dibalik itu semua adalah guru olahraga kelas 8-9 yang terkenal disiplin banget, Pak Ecko (eko).
    5. Pemasangan cctv. Ini sumpah, gempar banget. Hari senin, 16/12/13 kemarin, sekolah gue lagi gempar tentang cctv. Ternyata cctv udah dipasang di beberapa kelas termasuk kelas gue. Dan kita norak-norak gitu pada dadah-dadah atau berbagai jenis lawakan lain. Tapi kan ini ngeselin banget, banyak dampak kerugian bagi kita juga. Ga bisa ganti baju di kelas, ga bisa nyontek, ga bisa ngeledek guru ngeselin dari belakang, ga bisa main hape ngumpet-ngumpet di kelas. Walaupun dampak positifnya, bisa tau siapa yang selama ini mencuri uang di kelas gue (kalo itu manusia) karna tingkat kecurian/kehilangan uang di kelas gue udah ga bisa ditolerir lagi.
6. Dilarang tepuk tangan seusai upacara. Ini nih.. ini nih yang menghancurkan netralisasi stress setelah upacara. Tanpa tepuk tangan, mumet kepala dampak ocehan ambisius guru yang kita ga ngerti susah ilang. Kan hampir di setiap sekolah kalo upacara selesai mereka seneng dan tepuk tangan. Duh ga ngerti lagi deh sama aturan-aturan yang terlalu disiplin di sekolah ini.
    Itu tadi beberapa aturan dan perubahan yang bisa dibilang, "ya elahh" buat gue dan masih banyak lagi. Menurut gue, bikin aturan untuk tujuan kedisiplinan sih boleh, asalkan ya ga sedisiplin begitu juga kali, murid juga manusia. We need alive. Mungkin banyak yang kita lakukan dipandang salah, tapi ditanam sifat keagamaan sama kesopanan juga cukup kali. Society breaks teenager.

Sabtu, 07 Desember 2013

Nama Panggilan (yang tidak sebenarnya)

Kalo ditanya Nama Panggilan/sebutan/julukan ya... orang punya macem-macem nama panggilan mereka sendiri. Semenjak masuk smp, banyak banget nama sebutan baru buat gue dan teman-teman yang menjelma jadi nama panggilan.
    Kayak gue misalnya. Pas rambut gue panjang, nama julukan buat gue adalah ... Kuntilanak 7E. Payah banget kan, "kuntilanak". Gue juga sering dipanggil, "pani". Ga enaknya itu pas di depan orang banyak, temen gue teriak, "PANIII!!!!" dan saat nengok gue ngeliat temen gue yang teriak itu ga punya nama julukan aneh lain dan akhirnya gue cuma bisa nahan napes, cengengesan sambil melotot. Yah walaupun panggilan "Pani" itu udah lazim buat nama gue dan ga jelek-jelek amat. Tapi kan buat orang yang belom tau nama gue dan suatu kali ketemu dia bisa bilang, "Lo pani ya?" :| Itu susah.
    Banyak banget temen-temen gue yang nama panggilannya aneh-aneh dan bikin ngakak guling-guling. Contohnya, temen gue yang namanya Fauzy. Dia mungkin adalah orang terkocak di kelas gue dan sebagian besar nama panggilan anak-anak kelas gue di buat oleh dia. Karna kulitnya yang unik, yang kata Bu Yeti (guru seni budaya) coklat manis *siapin kantong plastik* dia dijulukin ... Arab. Nama Arab itu udah melekattt banget sama dia. Dia juga suka disebut si Ambon. Nama panggilan sebenernya sih Oji.
    Ada lagi nama panggilan atau julukan yang aneh-aneh. Ada temen gue namanya Farhan, harusnya sih panggilannya A'an. Tapi sekarang menjelma jadi ... Jokoso. Awalnya dia cuma dipanggil Jokowi atau Joko. Tapi tiba-tiba aja Oji dan kawan-kawan ngasih nama panggilan lagi. Jokoso? Apa coba? Trus dia juga sekarang dijulukin Nobita.
    Trus ada juga si Reyhan, komplotannya Oji. Nama panggilannya? Babang. Itu gue ga tau ya asal-usul Babang itu dari mana. Ada lagi sekarang dia juga disebut Doraemon atau Suneo karna badannya rada bengkak. Dia juga dipanggil, sumpah gue ga sanggup mikirin lagi darimana asal nama ini, Udin. *mati*
    Ada temennya Oji sama Babang, Yoga. Lagi-lagi nama dari Oji itu unik banget. Yoga=Gayo=Doyoq=SungDoyoq. Duh. Nama Doyoq itu udah melekat banget sama Yoga sampe tiap ada perihal apapun tentang Yoga orang akan bilang, "Tuh ama doyoqq", "Beuhh doyoq", "Doyooqqq!". Padahal menurut gue doyoq itu rada kalem loh, kalo lagi deket sama gue bawaannya keringet dingin ga tau kenapa. Hahah.
    Ada lagi ini nama cetar, nama temen gue itu Yafi. Nama panggilannya gue ga tau dari mana yang pasti dari komplotan-komplotannya Oji. Nama panggilannya adalah ... Boho. Ya ampun... temen-temen gue ini emang unik, ada-ada aja. Emang sih Yafi ini emang muka-mukanya rada mirip Boboho versi punya rambut jabrik.
    Lagi-lagi ini nama ngancur banget bro. Anjir gue ngakak kalo mikirin nama ini. Nama kan udah bagus-bagus ye, Alexander Adhitya, nama panggilannya coba? Bowo=SungBowo. Apa banget coba? Astaga... Dan lagi-lagi, nama panggilan itu udah melekat banget sama Adhit. Awkward moment-nya itu pas lagi sepi tiba-tiba nama itu disebut keras-keras. Kalo lo merasakan kejadiannya, lo bakal ngakak guling-guling.
    Trus ada lagi nama temen gue yang pinter, Norman. Namanya ini emang rada mirip sama bintang mantan polisi yang terkenal karna lagu chaya-chaya itu, Norman Kamaru. Tapi bukan itu intinya. Nama panggilan "Norman" itu kan rada ribet ya, jadilah kalo salah ngomong kita bakal mendapatkan "Nomran". Norman=Nomran.
    Trus temen gue yang suka di bully (bercanda) sama Oji dan komplotan-komplotannya. Namanya Noval, awalnya namanya ga parah-parah banget, Opal. Tapi kemudian berubah menjadi Noval=Opal=Pano=Pino sehingga gue sering manggil dia Pino Ice Cup.
    Ada pula temen gue namanya udah gagah ye, Satria Aji Surya. Nama panggilannya? Aji=Biang Korek=Korek. Apa yang ada dipikiran mereka?
    Trus lagi nama aslinya ga beda jauh sama Satria, namanya Satrio. Kan udah keren-keren ya gue panggil Rio. Ehastaga, pada jewewenius banget. Tiba-tiba saja Satrio dipanggil ... Gopal=Goresan Pala. Gue ga tau itu nama berasal dari mana. Kalo Satrio depannya ditambahin Bang trus nama Satrio disingkat Sat untuk memudahkan dalam menyebut namanya, lo akan mendapatkan ... BangSat. Sumpah ini nama laknat banget.
    Macem-macem deh nama panggilan buat temen-temen gue. Ada yang punya tahi lalat di atas bibir dipanggil Cokocip. Ada yang namanya Anang namanya mirip si kumis, nama kepsek nyebelin, jadi Nanang Sutrisna. Ada yang namanya Olivia=Olive=Zaytun. Ada yang namanya Aurel jadi Awew. Ada pula yang namanya Farhan (bukan A'an) jadi Jarwo. Ada lagi nama panggilan yang ga pasti ditujukan ke siapa, Kang berak. astagfirrr. Gue juga pernah denger nama-nama julukan kakak kelas lebih parah dan bikin ngakak malah.
    Jadi, nama panggilan atau julukan masing-masing orang itu macem-macem. Selama nama itu lucu dan ga menyinggung perasaan orangnya. Seperti nama panggilan temen-temen gue tadi yang aneh-aneh bimsalabim, mereka-mereka mungkin ga masalah sama nama-nama itu yang malah makin bikin rame dan menghibur. Every people has a name, like god, he has a name to.